Postingan

Digisoul Tak Pernah Padam: Kisah Gathering Digi-In di Toyz Mania 2011

Gambar
Masih ingat apa yang kamu lakukan pada 3 Desember 2011? Bagi banyak orang, hari itu mungkin hanya Sabtu biasa, jalan-jalan ke mal, nongkrong, atau sekadar menghabiskan waktu luang. Namun bagi sekelompok penggemar Digimon yang tergabung dalam komunitas Digi-In, tanggal tersebut menjadi salah satu momen penting yang kelak dikenang sebagai bagian dari sejarah kecil perjalanan komunitas ini. Di tengah ramainya The 4th Toyz Mania 2011 “Fusion” yang digelar di Blok M Plaza, ketika dunia mainan fisik masih sangat hidup dan Tokobagus.com masih tercatat sebagai sponsor utama acara, ada satu sudut sederhana di area food court yang tanpa disadari menjadi titik temu para tamer. Bukan booth resmi, bukan panggung utama, hanya meja kayu dan kursi seadanya, namun justru di sanalah energi Digimon terasa paling kuat. Saat itu, Digimon bukan sekadar nostalgia masa kecil. Ia adalah hobi yang aktif, hidup, dan dijalani dengan sepenuh hati. Digivice dan V-Pet bukan barang pajangan, m...

Dari Meja Putih di Jakarta: Awal Tatap Muka DIGI-IN, 9 Mei 2011

Gambar
Siang itu sederhana. 9 Mei 2011, di Jakarta, tanpa panggung, tanpa banner, apalagi rundown acara yang rapi. Yang ada hanya meja putih, sebuah laptop terbuka, gelas minuman cepat saji, dan beberapa Digivice yang diletakkan begitu saja. Namun justru di situlah semuanya bermula: gathering tatap muka pertama DIGI-IN. Mereka yang hadir adalah generasi kelahiran akhir 80-an hingga 90-an, anak-anak yang tumbuh bersama TV tabung, VCD bajakan, dan suara opening Butter-Fly yang dulu terasa seperti lagu wajib sepulang sekolah. Kini, sebagian dari mereka telah menjadi ayah, calon ayah, atau “bapak-bapak terpilih” di Indonesia yang masih menyimpan satu ruang kecil dalam hidupnya untuk dunia digital bernama Digimon. Jumlahnya belum banyak. Masih segelintir orang. Tapi justru itu yang membuat pertemuan 9 Mei 2011 ini terasa intim dan jujur. Tidak semua membawa koleksi lengkap. Ada yang hanya membawa satu Digivice, ada yang dua. Sebagian meletakkannya di atas meja dengan hati-hati, seolah ...

Nostalgia Anak 90-an: Komunitas Digimon Indonesia Hadir di Insert Live JPop, Bawa Suasana Minggu Pagi ke Studio Trans TV

Gambar
DIGI-IN (Komunitas Digimon Indonesia) bersama Meutia Amanda Amanda Riza di Studio Trans TV Insert Live JPop (Instagram @digi.in) Bagi anak-anak generasi 90-an, Minggu pagi adalah waktu sakral. Hari di mana alarm tidak diperlukan karena jam 8 pagi, stasiun televisi menayangkan petualangan seru para Digidestined dan Digimon kesayangan mereka. Suara khas lagu pembuka Digimon Adventure , seruan “Agumon, Shinka!” hingga momen dramatis saat Greymon berevolusi menjadi MetalGreymon, masih melekat kuat di ingatan. Dan kini, kilasan masa kecil itu kembali hadir lewat aksi komunitas DIGI-IN di acara Insert Live JPop. DIGI-IN (Komunitas Digimon Indonesia) bersama Meutia Amanda Amanda Riza di Studio Trans TV Insert Live JPop (Web Insert Live JPop) Pada 3 Mei 2019 lalu, Komunitas Digimon Indonesia (DIGI-IN) mewarnai Studio Trans TV di Jl. Kapten Tendean, Jakarta Selatan, dalam sebuah tapping spesial untuk program Insert Live JPop yang dipandu Meutia Amanda Riza. Tayangannya sendiri dirilis di situs ...