Digisoul Tak Pernah Padam: Kisah Gathering Digi-In di Toyz Mania 2011


Masih ingat apa yang kamu lakukan pada 3 Desember 2011? Bagi banyak orang, hari itu mungkin hanya Sabtu biasa, jalan-jalan ke mal, nongkrong, atau sekadar menghabiskan waktu luang. Namun bagi sekelompok penggemar Digimon yang tergabung dalam komunitas Digi-In, tanggal tersebut menjadi salah satu momen penting yang kelak dikenang sebagai bagian dari sejarah kecil perjalanan komunitas ini.


Di tengah ramainya The 4th Toyz Mania 2011 “Fusion” yang digelar di Blok M Plaza, ketika dunia mainan fisik masih sangat hidup dan Tokobagus.com masih tercatat sebagai sponsor utama acara, ada satu sudut sederhana di area food court yang tanpa disadari menjadi titik temu para tamer. Bukan booth resmi, bukan panggung utama, hanya meja kayu dan kursi seadanya, namun justru di sanalah energi Digimon terasa paling kuat.

Saat itu, Digimon bukan sekadar nostalgia masa kecil. Ia adalah hobi yang aktif, hidup, dan dijalani dengan sepenuh hati. Digivice dan V-Pet bukan barang pajangan, melainkan teman harian yang harus dirawat, dilatih, dan diperjuangkan. Setiap bunyi beep, setiap getaran kecil dari perangkat di tangan, terasa seperti denyut kehidupan dari dunia digital yang menemani keseharian para Tamernya.


Foto-foto gathering tersebut membawa kita kembali ke masa ketika belum ada smartphone secanggih sekarang. Interaksi masih serba langsung, percakapan terjadi tatap muka, dan kebahagiaan terasa lebih sederhana namun nyata. Di atas meja, perhatian bukan tertuju pada makanan, melainkan pada deretan Digivice dan V-Pet yang berjajar rapi, masing-masing membawa cerita dan sejarahnya sendiri.


Terlihat D-3 Biru versi Daisuke dan Paildramon, simbol kuat era Digimon Adventure 02 yang selalu menjadi primadona. Ada D-Cyber Hitam dengan desain ramping khas Digimon Tamers yang terasa lebih gelap dan dewasa. Red Xros Loader hadir sebagai representasi era baru Xros Wars yang saat itu masih hangat diperbincangkan. Digivice Data Link Biru mewakili generasi Digimon Savers dengan konsep pertarungan yang terasa lebih modern. Tidak ketinggalan berbagai V-Pet dan Pendulum Series, dari versi klasik hingga Mini V-Pet, serta D-Spirit 2 yang bahkan masih tersimpan rapi dengan box, menunjukkan betapa seriusnya antusiasme koleksi para anggota Digi-In saat itu.

Gathering tersebut bukan hanya soal memamerkan koleksi. Suasananya hidup oleh bunyi tombol yang ditekan berulang, tangan yang terus shake-shake demi training Pendulum, serta diskusi panjang tentang evolution line, statistik tersembunyi, dan strategi battle paling efektif. Percakapan mengalir dari satu topik ke topik lain, mulai dari anime Digimon Xros Wars yang sedang tayang, perbandingan antar Digivice, hingga hal-hal kecil namun krusial seperti tips mencari baterai kancing yang tahan lama.


Pada masa itu, Digi-In masih berada di fase awal. Jumlah anggota belum banyak, fasilitas belum lengkap, namun ikatan antar anggotanya terasa sangat kuat. Ada perasaan menemukan “rumah”, tempat di mana setiap orang merasa dipahami karena memiliki kecintaan yang sama terhadap Digimon. Tidak ada jarak, tidak ada gengsi, yang ada hanya rasa senang bisa berbagi cerita dan pengalaman sebagai sesama Tamer.

Kini, ketika foto-foto itu dilihat kembali, rasa haru sulit dihindari. Wajah-wajah muda yang dulu berkumpul di sudut Blok M Plaza kini mungkin telah berubah peran. Remaja yang dulu sibuk mengurus Digimon di layar monokrom, sekarang sibuk mengurus keluarga dan tanggung jawab dunia nyata. Banyak dari mereka telah menjadi bapak-bapak, dengan waktu bermain yang jauh lebih terbatas.

Namun satu hal tidak pernah benar-benar hilang. Digisoul itu masih ada. Api kecil yang dinyalakan dari gathering sederhana di Toyz Mania 2011 terus menyala dan menjadi fondasi kuat bagi komunitas Digi-In hingga hari ini. Mungkin sudah jarang bertemu di food court untuk battle, mungkin Digivice lebih sering tersimpan rapi, tetapi semangat persaudaraan, nostalgia, dan kecintaan pada Digimon tetap hidup.

Karena pada akhirnya, Digimon bukan hanya tentang monster digital dan evolusi. Ia adalah tentang koneksi, tentang tumbuh bersama, dan tentang perjalanan panjang yang dibangun dari momen-momen kecil seperti gathering sederhana di Blok M Plaza. Dan bagi Digi-In, 3 Desember 2011 akan selalu menjadi salah satu jejak digital yang tak tergantikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komunitas Digimon Meriahkan Animetoku Convention: Surga Bagi Pecinta Anime dan Hobi Jepang

Nostalgia Anak 90-an: Komunitas Digimon Indonesia Hadir di Insert Live JPop, Bawa Suasana Minggu Pagi ke Studio Trans TV

Nostalgia Digivice dan Serunya Komunitas Digimon di The 90's Festival